Cara Meminimalkan Resiko Dalam Forex Trading

Image Source : Freepik.com

Banyak trader pemula mencari cara untuk menghindari kerugian sederhana dan meminimalkan risiko trading forex. Hal ini tentu menjadi topik yang sangat menarik untuk dibahas, karena para trader pasti ingin meminimalkan potensi kerugian, namun ingin mendapatkan keuntungan yang maksimal di setiap transaksinya. Padahal, aktivitas trading dan investasi forex memiliki pepatah “high risk, high profit (besar resiko, potensi untung besar)”.

Trader pemula biasanya mencari jawaban atas pertanyaan ini di tempat yang salah. Mereka mungkin mencari grafik kerangka waktu mana yang tidak mudah hilang atau indikator teknis mana yang paling akurat. Padahal, cara trader meminimalkan risiko trading forex tidak ada hubungannya dengan pilihan timeframe atau indikator teknis yang digunakan trader. Trader harus mempertimbangkan topik manajemen risiko (risk management) untuk meminimalkan risiko dan tidak mudah kehilangannya.

Pada umumnya para pemula tidak menyadari berbagai keputusan salah yang dibuat ketika mereka baru memulai trading forex, sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk mempelajari topik tersebut. Pemula biasanya baru memahami pentingnya memahami manajemen risiko setelah menyadari bahwa mereka tidak dapat menghasilkan keuntungan besar semudah mengklik keyboard PC. Tapi jangan khawatir, artikel ini membahas lima cara meminimalkan risiko trading forex yang ampuh dan mudah diterapkan oleh siapa saja.

Siapkan modal untuk “dikorbankan”

Ada satu kesalahan fatal yang dilakukan hampir setiap trader pemula. Kesalahannya adalah menggunakan modal yang tidak bisa dikorbankan. Karyawan dapat menghabiskan setengah dari pendapatan bulanan mereka sebagai modal, ibu rumah tangga dapat menghabiskan pengeluaran bulanan mereka sebagai modal, atau mahasiswa dapat menghabiskan uang sekolah untuk semester berikutnya. Mereka melakukannya karena mereka membayangkan mereka akan segera mendapat untung. Tapi itu tidak mudah.

Setelah memulai trading forex, mereka akan merasakan tekanan besar untuk profit agar tidak merugi, sehingga menghadapi resiko yang lebih besar lagi. Beberapa dari mereka akan gagal memanfaatkan peluang profit yang muncul, karena takut rugi. Sebagian orang merasa serakah dalam membuat terlalu banyak keputusan dan menjadi kacau dalam trading.

Penasihat keuangan pasti menyarankan Anda untuk menggunakan “uang dingin” hanya sebagai modal untuk trading forex. “Uang dingin” yang dimaksud adalah uang yang tidak dibutuhkan dalam waktu dekat dan bisa dikorbankan. Misalnya, uang bonus instan, THR, hadiah liburan, hadiah undian, anggaran perjalanan, dan pendanaan yang awalnya ditujukan untuk membeli tiket konser artis favorit Anda.

Bagaimana jika “uang dingin” itu kecil? itu tidak masalah. Trader pemula disarankan untuk tidak memulai forex dengan modal terlalu banyak. Mulailah dengan modal kecil (hingga USD1000). Jika Anda bisa mendapatkan keuntungan dengan modal yang sedikit, Anda pasti akan berhasil ketika mengelola modal yang lebih besar. Namun, jika modal yang hilang hanya sedikit, Anda mungkin tidak dapat menangani jumlah modal yang besar.

Ketahui batasantoleransi risiko Anda

Sebelum Anda memulai trading forex, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu toleransi risiko yang dapat Anda toleransi. Bagaimana Anda tahu? Jawablah 5 pertanyaan berikut.

berapa umurmu? Semakin muda Anda, semakin besar toleransi risiko Anda. Toleransi risiko lansia rendah karena terbatasnya pembelajaran dan penyerapan informasi. Bagaimana Anda tahu tentang perdagangan Forex? Semakin sedikit pengetahuan yang Anda miliki, semakin sedikit toleransi risiko yang Anda miliki.
Bagaimana pengalaman Anda dalam dunia investasi keuangan? Orang yang telah berpartisipasi dalam investasi keuangan lainnya (seperti saham dan kepercayaan ETF) biasanya memiliki toleransi yang tinggi. Namun, jika Anda benar-benar baru dalam investasi keuangan, toleransi risiko Anda pasti rendah. Berapa banyak uang yang siap Anda korbankan? Dalam proses belajar trading Forex, setiap orang pasti akan mengalami kerugian terlebih dahulu. Begitu juga semua trader profesional. Karena itu, Anda harus terlebih dahulu menentukan jumlah yang siap Anda korbankan dan kemudian modal.

Apa tujuan Anda untuk trading forex? Jika tujuan Anda adalah jangka pendek, toleransi Anda akan lebih rendah. Di sisi lain, jika targetnya adalah jangka panjang untuk beberapa tahun ke depan, toleransi risikonya tinggi.
Lima pertanyaan ini akan membantu Anda menentukan berbagai elemen penting manajemen risiko saat bertransaksi. Misalnya, jumlah modal yang siap Anda gunakan, rasio risiko / imbalan yang diterapkan, dan jumlah risiko per posisi perdagangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like