Faktor Psikologois Yang Harus dimiliki Trader Forex Agar Terhindar Dari Kerugian

img Source : Freepik.com

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi para trader saat trading adalah psikologis.

Mengapa psikologis begitu penting? Pergerakan harga pasar sangat dinamis dan pergerakan tersebut berada di luar kendali kita. Transaksi tidak sama dengan aktivitas sehari-hari atau bisnis fisik yang dapat mengendalikan banyak faktor.

50% faktor internal,
50% faktor eksternal.

Untuk Forex
20% faktor internal,
80% faktor eksternal.

Pasar valuta asing adalah pasar dunia. Tidak hanya orang Amerika dan Eropa yang menggunakan mata uang dolar AS, tetapi orang-orang di seluruh dunia juga menggunakan dolar AS untuk bisnis, perdagangan, dan kegiatan ekonomi. Volume perdagangan dan nilai pasar sangat besar sehingga tidak ada satu / lembaga keuangan pun yang dapat mengendalikan pasar ini. Tugas kita bukan mencoba menguasai pasar, tapi mengendalikan diri kita sendiri.

Maka kita sering mendengar nasehat bahwa faktor psikologis adalah penentu terbesar kesuksesan.

50% cara berpikir,
30% pengelolaan uang,
20% metode.

Ketika pola pikir dan pengelolaan uang termasuk dalam faktor psikologis. Kemampuan psikologis adalah kemampuan untuk mengendalikan diri. Tantangan psikologis ini jauh lebih sulit daripada tantangan fisik karena kita menghadapi “musuh” kita sendiri yang tidak terlihat.

Kalahkan EGO yang selalu ingin benar

Manusia memiliki persepsi, harapan, dan keyakinan yang dianggap benar, meski tidak selalu benar. Ini subjektif. Dan manusia cenderung mengingkari, menolak, dan “membantah” segala sesuatu yang tidak sesuai dengan persepsinya. Inilah yang disebut EGO.

Misalnya Anda membeli dengan harga 1000, apa harapan kita? Tentu saja, saya ingin mendapat untung, tetapi saya berharap harganya akan melebihi 1000. Namun, harganya turun menjadi 950. Jadi apa yang harus aku lakukan? Anda pasti menunggu harga membaik, bukan? Lalu bagaimana jika harganya turun menjadi 900 lagi? Tunggu harga naik, pastikan kembali ke minimal 1000, lalu lepaskan di titik impas. Tidak ada kerugian minimal.

Ini adalah fakta. Manusia tidak mau salah, tidak mau kalah, tidak mau gagal. Karena manusia memiliki EGO. Saya selalu ingin menjadi benar. Padahal, kesalahan, kerugian dan kegagalan adalah hal yang biasa, netral dan tidak menakutkan. Toh bisa diteliti dan diperbaiki agar tidak terulang lagi. Bagaimanapun, manusia adalah makhluk ego dan emosional, jadi kita harus menghindari membuat mereka (kegagalan) terlihat negatif. Ini adalah masalah psikologis dan mental. Ada perang psikologis dalam diri kita masing-masing. Dibutuhkan kedewasaan dan kedewasaan sikap.

Oleh karena itu, solusi terbaik adalah mempersiapkan risiko terlebih dahulu. Bahkan jika Anda membuat kesalahan, Anda tidak akan bangkrut. Bersiap untuk risiko jauh lebih penting daripada mengharapkan keuntungan.
Anda dapat membuat kesalahan jika Anda dapat mengambil pelajaran darinya dan menjadi lebih pintar, lebih terampil, dan lebih pintar.

Keserakahan ketika Profit

Keserakahan adalah tantangan psikologis berikutnya ketika para pedagang sering mulai mendapat untung. Saya memiliki keyakinan dan kepercayaan diri yang lebih besar.

Saya biasanya tidak berbicara tentang keberuntungan pemula yang dialami trader pemula (profit for luck). Tentu saja, keberuntungan pemula ini tidak bisa bertahan di pasar dalam jangka panjang. Namun yang saya maksud adalah seorang trader yang telah menemukan sistem/metode trading yang bermanfaat yang sesuai dengan kepribadiannya.

Perdagangan valas adalah bisnis dengan keuntungan tak terbatas dan peluang pendapatan. Kemungkinannya luar biasa. Di sinilah bahaya itu ada. Jika pedagang dapat secara konsisten menghasilkan keuntungan, mereka cenderung menghasilkan keuntungan lebih banyak dan lebih mudah.

Oleh karena itu, trader harus memiliki target profit yang jelas dalam jangka waktu tertentu. Secara pribadi, ini cukup untuk akun yang secara aktif menargetkan 50% sebulan. Tidak perlu ditingkatkan lagi. Jangan “dipaksa” untuk keuntungan yang lebih tinggi. Jika target tercapai di tengah bulan, hentikan tradingsampai  hingga akhir bulan. Atau Anda dapat melanjutkan trading dengan lot yang lebih sedikit.

Bisnis ini mengajarkan kita arti kata CUKUP dan TERIMA KASIH. Segala sesuatu yang tak terbatas (atau ekstra) merusak diri sendiri.

Balas dendam kekalahan sebelumnya

Ketika kita mengalami kerugian (misalnya cut loss), biasanya kita cenderung ingin mengembalikan kerugian tersebut sesegera mungkin. Transaksi selanjutnya “diperlukan” untuk mendapat untung besar sekaligus bisa menutupi kerugian sebelumnya. Tuntutan kata “harus” menjadi beban psikologis.

Jika keberuntungan pemula melakukan ini, itu pasti akan dihancurkan lebih lanjut karena mereka tidak memiliki pengetahuan. Itu hanya bergantung pada emosi dan keinginan untuk membalas dendam.

Trader berpengalaman memang sudah memiliki batasan karena belajar dari pengalaman, tapi sebagai trader kita tetap harus bersabar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like