Pengertian Supply dan Demand dalam Trading Forex

Trader tentang supply dan demand
Image source: Unplash.com

Radjanews/forex – Istilah Supply dan Demand dapat ditemukan tidak hanya dalam perekonomian, tetapi juga dalam dunia perdagangan valas. Secara konseptual, itu sebenarnya sama dengan penawaran dan permintaan dalam perekonomian. Mungkin Anda yang sudah lama berkecimpung di dunia perdagangan tidak asing dengan istilah ini.
Seperti diketahui, pasar forex merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli forex. Penawaran dan permintaan dapat dilihat sebagai pergerakan pasar valuta asing dan hukum dasar valuta asing. Jadi bagaimana kita bisa menggunakan konsep supply and demand sebagai strategi trading?

Definisi Supply dan Demand

Dalam pengertian umum, persediaan dapat diartikan sebagai persediaan untuk jangka waktu tertentu. Kata permintaan dapat berarti jumlah produk yang diminta atau dibutuhkan pada saat yang bersamaan. Jika pasokan barang meningkat tetapi permintaan stabil, barang yang tidak terjual akan menyebabkan kerugian.

Untuk menghindari kerugian besar, pedagang biasanya menurunkan harga untuk mendapatkan kembali minat pembeli. Di sisi lain, kelangkaan dan permintaan yang tinggi dapat meningkatkan harga produk-produk tersebut. Di pasar forex, harga pasar juga mengikuti prinsip dasar ini.

Konsep strategis penawaran dan permintaan di forex
Setelah memahami implikasi dari supply and demand, ada satu hal yang perlu dipelajari sebelum menggunakan strategi ini dalam aktivitas trading. Singkatnya, penting untuk memahami konsep dasar dari strategi penawaran dan permintaan itu sendiri.

Seperti dijelaskan sebelumnya, penawaran pada dasarnya adalah jumlah barang di pasar pada satu waktu. Dan permintaan juga merupakan jumlah produk yang Anda inginkan pada satu waktu. Jadi, tentu saja penjelasan ini dapat membantu Anda memahami hubungan antara keduanya.
Untuk lebih memahami supply dan demand Forex, Anda bisa membaca penjelasan singkat berikut ini.

1. Jika ketersediaan barang (supply) tidak berubah tetapi permintaan (demand) meningkat, maka akan terjadi kelangkaan barang dan harga akan naik.

2. Jika ketersediaan barang (supply) tidak berubah walaupun permintaan (demand) berkurang, maka barang akan menumpuk dan harga akan turun.

3. Jika permintaan (demand) tetap sedangkan ketersediaan barang (supply) meningkat, maka terjadi penumpukan barang dan harga akan turun.

4. Permintaan (demand) tetap, tetapi ketika ketersediaan barang (supply) berkurang, maka akan terjadi kelangkaan barang dan harga akan naik.

Misalnya, perhatikan pasangan mata uang EUR/USD. Jika posisi euro saat ini turun, dolar AS dianggap naik. Namun, pada kenyataannya, harga telah jatuh karena ketersediaan akumulasi euro. Sementara itu, permintaan euro menurun. Dalam perdagangan Forex, kondisi ini menunjukkan bahwa jumlah pedagang yang membeli euro berkurang dan jumlah pedagang yang membeli dolar AS meningkat.

Strategi perdagangan berdasarkan penawaran dan permintaan

Ada dua strategi yang didasarkan pada penawaran dan permintaan itu sendiri yang dapat digunakan sebagai dasar untuk masuk ke pasar. Kedua jenis entri tersebut adalah:

1. Pahami jenis-jenis entry breakout

Dengan entry breakout, order akan dieksekusi segera setelah harga menembus support atau resistance. Jenis entry ini biasanya digunakan untuk sistem trading yang menggunakan channel seperti Don Chan Channels, Bollinger Bands, dan Chart Patterns.

Penembusan entri perdagangan valas memungkinkan pedagang untuk menganalisis dan memperoleh informasi saat harga naik. Oleh karena itu ada baiknya bagi para trader untuk memahami jenis-jenis entry breakout dalam bisnis trading. Trader dapat menggunakan breakout sebagai media untuk mendeteksi nilai dari beberapa pergerakan.

Satu-satunya kelemahan dari jenis entry ini sendiri adalah false breakout. Penembusan palsu itu sendiri adalah peristiwa yang awalnya mencerminkan penembusan harga dari support atau resistance, tetapi gagal karena harga tidak dapat mempertahankan keberadaannya di luar support atau resistance.

2. Masuk mundur

Pullback adalah metode input setelah terjadi breakout. Untuk masuk dengan cara ini, Anda harus menunggu sebelum memasuki posisi. Tidak jelas apakah breakout akan berhasil, tetapi menunggu harga turun akan memberi Anda harga yang lebih baik dengan risiko yang lebih rendah dan imbalan yang lebih tinggi.

Seperti bisnis lain di mana risiko kerugian atau kebangkrutan selalu ada. Tentu saja hal ini juga bisa terjadi ketika Anda bermain di dunia trading, dan harga serta nilai aset Anda bisa mengalami penarikan. Oleh karena itu, penting bagi pedagang untuk selalu menggunakan pasar yang konsisten dan tidak mencoba untuk bergerak.
Namun, entri pullback masih memiliki kelemahan. Kelemahannya adalah pedagang tidak dapat memprediksi kapan dan berapa harga akan turun. Harga mungkin terus naik setelah breakout, dan trader yang mundur tidak akan bisa mendapatkan pangsa pasar.

Ini adalah deskripsi singkat tentang strategi penawaran dan permintaan dalam perdagangan valas. Strategi ini tentu cukup mendatangkan banyak keuntungan, namun hati-hati dan ceroboh agar bisa mengalami kerugian.

Referensi : Tradinguang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like