Tips Memahami Pola Candlestick Marubozu Pada Forex

Image source : Unsplash.com

Pola candlestick merupakan bagian pembantu dari analisis teknikal perdagangan saham, forex, dan perdagangan komoditas lainnya. Ada beberapa variasi pada pola ini, dan secara fungsional pola candlestick membantu investor dan trader membaca prakiraan harga untuk jangka waktu tertentu.
Secara khusus, trading forex sendiri memiliki banyak pola candlestick. Pada pembahasan kali ini, kami mengajak Anda untuk memahami pola candlestick Marubozu. Untuk itu, penting untuk membaca artikel ini dengan seksama karena memberikan panduan untuk menggunakan pola candlestick Marubozu dalam trading Forex.

Apa itu MARUBOZU?

Marubozu adalah salah satu pola candlestick langka berbentuk candle tanpa ekor. Pola itu sendiri adalah salah satu pola kandil paling dasar, dan kehadirannya mencerminkan fluktuasi harga selanjutnya. Marubozu berarti “kepala botak”.

Dalam pola candlestick jenis ini, Anda akan menemukan body candle tanpa bayangan di atas atau di bawah. Bahkan bayangan yang terlihat cukup tipis sehingga terlihat seperti kepala yang tidak berambut, untuk menggunakan pola candlestick Marubozu ini, trader perlu memperhatikan warna body candle.

Namun, ada beberapa hal yang sangat berguna yang dapat dipahami dengan menggunakan pola ini dalam analisis teknikal. Pertama, pembentukannya menunjukkan bahwa aset diperdagangkan kuat dalam satu arah (bullish atau bearish). Tidak hanya itu, bahkan pola ini dapat memberikan beberapa wawasan yang berguna untuk memprediksi masa depan pasar.

Pola MARUBOZU Candlestick saat membaca tren

1. Marubozu yang Bullish

Dengan kata lain, ini adalah candlestick panjang dan bullish tanpa bayangan. Pola ini berarti bahwa harga dimulai pada titik rendah dan kemudian berakhir pada titik tinggi. Ini bisa terjadi karena pembeli mengendalikan harga aset.

2. Marubozu Bearish

Dengan kata lain, ini adalah candlestick bearish panjang tanpa bayangan. Secara translasi, pola ini menunjukkan bahwa harga suatu aset dibuka pada titik yang lebih tinggi dan kemudian ditutup pada tingkat yang lebih rendah. Dalam hal ini, penjuallah yang mengendalikan harga aset.

Secara umum, candlestick bullish diwakili dalam warna putih (kosong) dan candlestick bearish diwakili dalam warna hitam. Oleh karena itu, Marubozu bullish sering disebut sebagai malvoz putih, dan malvoz bearish sering disebut sebagai malvoz hitam.

Jenis pola Marubozu

1. Marubozu Full: Semua pola candlestick memiliki pembukaan dan penutupan datar tanpa inti.

2. Marubozu Open: Menunjukkan bahwa periode open adalah flat. Ini berarti bahwa harga aset hanya bergerak ke satu arah sejak awal periode.

3. Marubozu Close: Tidak ada bayangan pada level penutupan, yang mungkin mengindikasikan bahwa harga telah bergerak ke satu arah setelah sesi dimulai, tetapi terus naik ke arah yang berlawanan sebelum akhir sesi.

Strategi untuk menerapkan pola Marubozu

Yang penting, kemunculan pola bulat jarang terjadi, terutama saat menerapkan kerangka waktu harian. Namun, sinyal yang dihasilkan oleh pola ini cukup kuat.

Namun, jika Anda bisa mendapatkan gambaran seperti apa pola ini, Anda hanya perlu mempertimbangkan kondisi pasar dan pola candlestick yang sudah terbentuk. Selanjutnya, penting untuk mengamati harga penutupan Malvoz untuk lokasi tersebut, apakah berada di garis support atau garis resistance.

Tips membaca pola Marubozu

1. Jika White Marubozu terjadi di akhir uptrend, mungkin akan berlanjut. Di sisi lain, jika malboz putih terjadi di akhir tren turun, itu bisa berbalik arah.

2. Jika Black Marubozu terjadi di akhir tren turun, itu mungkin berlanjut. Di sisi lain, jika Black Marvoz terjadi di akhir uptrend, pembalikan bisa terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like