Belajar Pola Candlestick Piercing Pattern pada Forex

Popularitas candlestick menjadi alasan mengapa banyak trader menggunakan candlestick untuk menampilkan harga. Grafik candlestick secara visual mudah dipahami, dan informasi yang ditampilkan pada setiap candlestick sangat lengkap, termasuk harga open, low, high dan close.

Munehisa Homma, seorang trader AS yang sangat populer dan banyak digunakan oleh para trader, yang menciptakan candlestick sebagai semacam grafik trading forex.

Menurut definisi, kandil memiliki makna gambar visual yang berbeda untuk memudahkan memahami pergerakan harga. Dengan berdagang pada kerangka waktu apa pun menggunakan grafik kandil Jepang, pedagang dapat lebih memahami sentimen pasar. Grafik candlestick Forex bisa informasi yang terperinci serta lebih luas daripada grafik batang tradisional.

Setelah memahami definisi candlestick di Forex, mari kita jelaskan apa itu candlestick piercing pattern dan bagaimana memahami candlesticks.

Apa itu candlestick Piercing Pattern?

Pola piercing adalah pola candlestick yang terbentuk dari dua candle. Oleh karena itu, pola ini sering disebut sebagai double candlestick. Candle pertama adalah candle bearish, diikuti oleh candle bullish. Harga open candle kedua berada di bawah harga penutupan candle pertama, sehingga Anda bisa membentuk pola piercing. Kemudian tutup candle kedua sampai harga penutupan candle pertama.
Meski terdengar biasa seperti pin bar dan engulfing, pola candlestick pola piercing juga efektif untuk sinyal terbalik. Pola candlestick piercing dikenal sebagai pola yang menunjukkan pembalikan arah harga yang dapat dipertimbangkan sebelum membuka posisi.

Pola piercing akan terbentuk saat downtrend, dikarenakan banyak penjual yang mendominasi pasar dengan melakukan transaksi jual. Akibatnya, banyak kandil ditemukan dalam warna merah atau bearish selama tren. Pada sesi berikutnya, terjadi gap karena berada tepat di bawah harga penutupan kemarin.

Pola piercing Persyaratan untuk membentuk pola:

1. Harga rendah candlestick bullish lebih rendah dari harga rendah candlestick bearish sebelumnya.
2. Harga penutupan candlestick bullish lebih tinggi dari harga penutupan candlestick bearish sebelumnya.
3. Panjang tubuh candlestick bullish setidaknya setengah dari panjang tubuh candlestick bearish sebelumnya.

Bagaimana cara berdagang dengan candlestick Piercing Pattern?
Pada kenyataannya, trading dengan pola piercing tidak hanya tentang trading di pasar forex dan mulai membeli atau menjual, tetapi juga menggunakan strategi scalable untuk meningkatkan akurasi trading.

Sederhananya, jika Anda menemukan pola piercing yang dikonfirmasi pada grafik, Anda dapat bersiap untuk posisi long. Sebagai pedoman dasar, disarankan untuk menunggu hingga kandil ketiga (kandil setelah pola penembusan) melebihi tinggi kandil pertama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like