Apa Itu Golden Cross dan Death Cross Pada Trading Forex

image source : unsplash.com

Sebelum membahas Golden Cross dengan Death cross. Pertama, Anda perlu memastikan bahwa Anda memahami arti dari istilah moving average (MA). Hal ini penting karena masing-masing memiliki hubungan satu sama lain. Oleh karena itu, tidak ada masalah meskipun makna MA diulang-ulang.

Pengertian moving average adalah salah satu indikator teknikal forex yang tercipta dari perhitungan harga masa lalu, sehingga terbentuklah garis rata-rata pergerakan harga dalam kurun waktu tertentu. Metrik ini dapat digunakan untuk menentukan area support dan resistance dinamis, yaitu support dan resistance yang terus bergerak sebagai respons terhadap pergerakan harga.

Artinya, MA adalah garis yang diplot di atas grafik harga yang mengukur harga rata-rata suatu aset selama periode waktu tertentu. Misalnya, rata-rata pergerakan 200 hari mengukur harga rata-rata suatu aset selama 200 hari terakhir. Nah, setelah membaca definisi MA di atas, mari kita lanjutkan pembahasan Golden Cross dan Death cross.

Apa itu Golden Cross dan Death cross?

Golden Cross

Golden Cross adalah pola penembusan bullish yang dibentuk oleh perpotongan antara rata-rata pergerakan jangka rendah dan rata-rata pergerakan jangka tinggi. Terjadinya Golden Cross menunjukkan bahwa banteng terlihat.

Contoh Golden Cross: Rata-rata pergerakan 15 hari berada di atas rata-rata pergerakan 50 hari, rata-rata pergerakan 50 hari berada di atas rata-rata pergerakan 100 hari, dan seterusnya.

Persilangan emas dapat terjadi di semua MA, tetapi kombinasi yang paling umum untuk menyelesaikan persilangan emas adalah:

1. Kombinasi yang paling umum digunakan adalah antara rata-rata pergerakan 50 hari dan rata-rata pergerakan 200 hari. Terutama sebagai indikator breakout bullish di pasar saham seperti S&P500 dan IHSG.

2. Dibandingkan dengan Moving Average Cross, Moving Average Convergence Divergence (MACD) Golden Cross sering dianggap cocok untuk menilai fluktuasi harga untuk aset tertentu.

Sebagai tambahan catatan penting, ada tiga hal yang sangat perlu kamu perhatikan saat menggunakan Golden Cross.

1. Golden Cross dengan volume perdagangan tinggi memperkuat sinyal bullish.

2. Sinyal yang muncul dari kombinasi rata-rata pergerakan 50 hari dan 200 hari dianggap lebih unggul dari kombinasi 5MA dan 15MA siang hari. Semakin besar grafik timeframe, semakin kuat dan lama sinyal golden cross akan ditampilkan.

3. Dalam perdagangan jangka pendek, sinyal golden cross rata-rata bergerak biasanya digunakan dengan indikator tipe osilator. Indikator jenis osilator memudahkan untuk melacak dan menangkap momen yang paling tepat ketika tren naik kemungkinan akan terjadi.

Dalam beberapa kasus, banyak pedagang dan analis secara teratur memeriksa salib emas di grafik. Hal ini dimaksudkan untuk digunakan bukan sebagai stimulus untuk pembelian, tetapi sebagai konfirmasi yang lebih baik dari sentimen pasar yang cenderung bullish.

Death cross

Death cross adalah terrjadi sinyal di awal pasar. Death cross terjadi ketika persilangan bearish terbentuk dari persilangan antara rata-rata pergerakan jangka rendah ke rata-rata pergerakan jangka rendah dan rata-rata pergerakan jangka tinggi.

Contoh Death cross: Rata-rata pergerakan 15 hari bergerak di bawah rata-rata pergerakan 50 hari, kemudian rata-rata pergerakan 50 hari melewati di bawah rata-rata pergerakan 100 hari.

Death cross yang terbentuk dengan moving average dengan durasi yang lebih tinggi secara otomatis akan menjadi level resistance baru di pasar bearish yang akan datang. Contohnya adalah MA-5, yang bergerak di bawah MA-15. Oleh karena itu, ketika harga benar-benar turun, garis MA-15 menjadi resistor bergerak baru.

Death cross terjadi dalam beberapa fase.

1. Selama tren naik, MA jangka pendek mengungguli MA jangka panjang.

2. Tren berbalik dan MA jangka pendek berada di bawah MA jangka panjang.

Pada kenyataannya, banyak trader sering menganggap sinyal yang diberikan oleh Death cross lebih lemah daripada golden cross. Dalam jangka pendek, sinyal DeathCross dapat dibatalkan dengan lebih mudah jika faktor lain terjadi di pasar.

Tidak hanya itu, sinyal Death cross yang terdapat pada long time frame akan ditampilkan sementara untuk sementara waktu. Hal ini berbeda dengan sinyal golden cross yang dianggap lebih valid ketika time frame-nya besar.

Ada beberapa hal yang perlu diingat saat berdagang dengan dua sinyal ini. Dengan kata lain, Anda perlu memperhatikan beberapa batasan untuk mengurangi nilai kesalahan. Ini penting karena dua sinyal yang dihasilkan dari fragmen indikator rata-rata bergerak tidak dapat memberikan kondisi yang valid. Untuk menghindari kesalahan sinyal dari golden cross atau momen desk loss itu sendiri, alat, yaitu level support dan resistance, dapat digunakan untuk menyoroti arah volatilitas harga.

You May Also Like